Huft..
Hari ini rasanya hampa...sekali.
My love kirim pesan juga tapi kok rasanya beda.
Ah..suasana hatiku sedang kacau ni..:'(
Ini karena semalem Bapak SMS,dengan bunyi yang sederhana sekali tapi bikin hatiku trenyuh. Gini isinya :
" Opo sih nesu ro pake "
terjemah
" Apa masih marah ama Bapak "
Hati ini rasanya sakit..banget.
Apa pantas sih seorang anak marah kepada bapaknya.
Apalagi aku yang jauh dari Bapak, bahkan ketemu aja jarang, tapi kenapa bisa membuat Bapakku bilang seperti itu.
Maafin aku Bapak, meski hati ini sebenarnya ingin jujur, bilang " iya pak aku masih marah"
tapi tetep aja aku bales " mboten pak "
terjemah " ga pak "
Aku ga ingin menyakiti hatimu Bapak.
Biarlah hatiku yang menahan sakit ini karena smua ap yang anda lakukan.
Sakit rasanya. Ditinggal Bapak. Aku ditelantarkan hidup sendiri dengan ibu dan adikku.
Disaat aku susah dan menderita Beliau hidup bahagia dengan keluarga barunya.
Apa aku ini sudah Beliau anggap tak ada, bukan keluarganya, atau bahkan bukan anaknya.
Marahku dengan Beliau sebenarnya tak dari dulu, baru-baru ini.
Aku minta sesuatu yang sebenarnya ga seberapa harganya, tapi kenapa sulit
sekali,dan rasanya aku seperti dipermainkan.
Hingga Bapak telfon kira-kira begini bunyinya :
Bapak
"Ko' ga kesini"
Aku
"Aku malas Pak"
Bapak
"Ko malas knapa?"
Aku
"Gak papa"
Dan diakhiri "ya ntar kapan2 aku tak kesana Pak."
Tapi lama aku tak kesana, iya mungkin aku yang tak tepati omonganku itu jadi
Bapak sms kaya' gitu..
Ah aku masih marah dengan sikap Bapakku, yang mengentengkan aku.
Emang aku boneka apa? Bisa di sUruh gini gitu, iya sebagai anak mungkin aku punya kewajiban untuk itu.
Tapi apakah Beliau juga sudah melaksanakan kewajibannya??
Menghidupi aku, mendidikku, memberikan kasih sayang.
Aku butuh itu semua, aku butuh seorang sosok Ayah di sisiku.
Ah..apalah artinya semua angan-angan ini.
Cuma bisa berharap anak-anakku tak akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang.
Dan untuk Bapak, semoga selalu bahagia dengan keluarga yang dibangunnya sekarang.
Ibu, i love you, aku tau apa yang Engkau rasakan Bu', aku akan berusaha bahagiakan Ibu, kita bisa jadi lebih baik Bu, meski tak ada Bapak di samping Ibu.
Kita bisa Bu.
Untuk adikku, semoga kau selalu dapat yang terbaik dalam hidupmu dek..
l love you..
Bapak, aku masih marah pada dirimu,..marah sekali..
hiks..hiks..
Ya Alloh beri aku kekuatan..
Minggu, November 29, 2009
Maaf Bapak...
Diposting oleh
hesti octavia
di
07.58.00
2
komentar
Label: my life
Mungkinkah..
Di saat kita 'kan berpisah.
Terucapkan janji, padamu kasihku.
Takkan kulupakan dirimu.
Begitu beratnya.
Kau lepas diriku.
Sebut namaku jika kau rindukan aku.
Aku akan datang.
CHORUS: Mungkinkah...
Kita 'kan s'lalu bersama.
Walau terbentang jarak antara kita.
Biarkan...
Kupeluk erat bayangmu.
'Tuk melepaskan semua kerinduanku.
Lambaian tanganmu, iringi langkahku.
Kebersitannya di hatiku.
Akankah dirimu, 'kan tetap milikku?
Saat kembali di pelukanku.
Begitu beratnya.
Kau lepas diriku.
Sebut namaku jika kau rindukan aku. Aku akan datang.
CHORUS
Kau kusayang, s'lalu kujaga.
Takkan kulepas s'lamanya.
Hilangkanlah keraguanmu. Pada diriku, disaat kujauh darimu.
Begitu beratnya.
Kau lepas diriku.
Sebut namaku jika kau rindukan aku.
Aku akan datang.
CHORUS
Kau kusayang, s'lalu kujaga.
Takkan kulepas s'lamanya.
Hilangkanlah keraguanmu.
Pada diriku, disaat kujauh darimu
Untuk kamu yang dijauh sana, sungguh aku merindukanmu...
Semoga kau baik-baik saja, kan ku jaga hati ini hanya untuk kamu..
Untuk download lagu Stinky " Mungkinkah " diatas klik disini aja Read More..
Diposting oleh
hesti octavia
di
07.51.00
0
komentar
Rabu, November 25, 2009
Menunggu..
Menunggu..
Jadi banyak waktu kita miliki untuk berfikir, sendiri sering kali sangat kita perlukan, meneropong masa silam yang telah lewat, mungkin ada apa yang kita cari, masih tersembunyi dilipatan waktu yang tertinggal, mungkin ada apa yang kita kejar justru tak terjamah saat kita melintas,.
Tapi menunggu pun akan lebih terasa beban membosankan, banyak waktu kita terbuang tergilas oleh cuaca, "sendiri seringkali sangat menyakitkan", meneropong masa depan dari sisi yang gelap mungkin ada apa yang kita takuti, justru telah menghadang di hari-hari nanti, mungkin ada yang kita benci, justru tlah menerkam menembusi seluruh jiwa kita, memang seharusnya kita tak membuang semangat masa silam, bermain dalam dada, setelah usai mengantar kita tertatih-tatih sampai disini...
:aku akan tetap sendiri disini, menunggu hingga saat yang indah itu tiba, kurasa sakit dengan kesendirian ini hanya sementara, berusaha kuabaikan rasa ini..:
Diposting oleh
hesti octavia
di
14.26.00
0
komentar
Label: my life
Bolehkah aku memiliki sucinya hatimu..??
Tak perlu aku ragu
Akan ketulusan bahasa cintamu
Kesucian hatimu
Jika dikemudian hari benar kau katakan cinta,
Sebab kau mencinta
Atau ketika kau tumpahkan sekian lama kerinduan
Pada gadis yang ingin memiliki kesucian hatimu.
Kaulah lelaki,
Teristimewa yang pernah aku kenal
Tiada membandingi sucinya pandanganmu
Tiada membandingi
Bibirmu yang tiada pernah fasih
Berkata tentang cinta dan kasih sayang
Namun betapa tulusnya kasihmu.
Aku mengagumimu
Bolehkah aku miliki sucinya hatimu?
Di ujung hatimu kau ceritakan
Beribu kata
Sejuta makna
Beribu kata, sejuta makna
Kecuali kata-kata tentang cinta
Kecuali beribu makna tentang kerinduan
Sebab itulah, betapa sucinya hati dan pandanganmu
Bolehkah aku miliki sucinya hatimu?
Diposting oleh
hesti octavia
di
14.24.00
0
komentar